Catatan Prof. DR. Toeti Heraty Roosseno

Kota Kembang Bandung, menjadi saksi pertemuan saya dengan Avip. Bermula ketika Avip bersama dengan piano dan peralatan musik lainnya “menempati’ rumah saya di Ciumbuleuit dengan status ‘anak kost’. Memang saat itu rumah tersebut kosong, karena kebetulan anak-anak saya sudah lulus dari Institut Teknologi Bandung. Saya juga sangat senang rumah tersebut ditempati oleh seorang musikus dengan pianonya. Memang Avip juga memberikan kegiatan mengajar musik. Ia sebenarnya seorang alumnus arsitektur Universitas Parahyangan yang tidak jauh letaknya dari rumah Ciumbuleuit.

Pada akhirnya Avip pindah ke Jakarta, lalu kami sepakat untuk bersama-sama mendirikan Jakarta Chamber Orchestra dengan tujuan edukatif pula pada tahun 2002. Saya ikuti Jakarta Chamber Orchestra bila Avip pentas dan berkompetisi di mancanegara. Sampai pada suatu ketika, perjalanan kami berlanjut ke kota-kota di Eropa seperti Caen di Normandia, Wina, Budapest dan Macau.

Sempat pada sebuah perjalanan, saya dan Avip umroh bersama sehabis dari Perancis. Kebetulan sekali saya mempunyai studio di Paris. Setelah selesai konser bersama Ibu Trisoetji Kamal di Perancis, saya dan Avip umroh bersama dengan Trisoetji Kamal dan Binu Sukaman. Terakhir kali, saya, Avip, dan Batavia Madrigal Singers mengunjungi Konstanz, daerah perbatasan Swiss dan Jerman. Di sana terdapat sebuah pulau di tengah danau Bodensee, dan mereka mengadakan konser di sana. Sebenarnya dengan nama Jakarta Chamber Orchestra, kita berangkat selalu dengan Batavia Madrigal Singers, dan selalu saya peringatkan Avip supaya simbiosis Jakarta Chamber Orchestra dan Batavia Madrigal Singers dikembangkan, khususnya lewat penyajian opera, seperti sudah mementaskan Samson & Delilah, penggubah: Camille Saint-Saëns, dan semoga lebih sering lagi opera lainnya.

Perjalanan saya dengan Avip cukup panjang dengan suatu keberhasilan yang membanggakan. Sangat menyenangkan sekali ketika saya dapat mengiringi langkah Avip. 9 tahun terakhir perjalanan karirnya, perkembangan mutakhir adalah perolehan dukungan dari Ibu Giok Hartono berupa gedung di Jl. Daksa untuk digunakan sebagai tempat aktifitas berlatih dan mengajar sekolah musik yang didirikan oleh Avip yaitu The Resonanz Music Studio. Tidak lama kemudian Jakarta Chamber Orchestra menjadi Jakarta Concert Orchestra, sejak pentas di Hotel Kempinski dan semakin sering di Aula Simfonia Jakarta.

Saya bangga  dengan perjalanan karier Avip selama 20 tahun ini, dengan segala musikalitas dan keseriusan yang dimilikinya. Dalam alam bawah sadar saya mungkin mengidamkan ingin bermain piano bersama orkestranya. Suatu mimpi bila umur panjang.

Pesan saya untuk Avip, “Teruskan perjalananmu. Dua puluh tahun masih sangat singkat sebagai seorang maestro. Tingkatkan kemampuanmu dalam bermusik, dan tetaplah menggapai yang terbaik, yang pasti memerlukan bantuan banyak pihak yang mendukung.”

© Avip Priatna 2015 DutchGermanIndonesianItalianJapaneseRussianSpanish
Back to Top