Jakarta Chamber Orchestra, Avip Priatna,Opera

Cavalleria Rusticana
Avip Priatna, conductor
Jakarta Chamber Orchestra Orchestra

Parahyangan Catholic University Choir

Fathul A. Husein, director

Cavalleria Rusticana
Opera in one act by Pietro Mascagni

Soloists:
Binu D. Sukaman, soprano
Farman Purnama, tenor
Daniel Christianto, bariton
Fitri Muliati, mezzo-alto
Rozana Unsulangi, mezzo-soprano

Gedung Kesenian Sunan Ambu Bandung
27 Maret 2005

Gedung Kesenian Jakarta
Sabtu & Minggu – 2 & 3 April 2005

  • IN THE NEWS
    PSM Unpar dan JCO Gelar Lakon Cavalleria Rusticana
    17 Mar 2005
    Pengamat musik klasik Ninok Leksono menyebut, saat itu Trisuci hanya menggunakan dua piano, timpani dan beberapa alat musik lainnya yang cenderung sederhana.

    Nah, kali ini, dengan kekuatan penuh, Paduan Suara Mahasiswa Universitas Parahyangan (PSM Unpar) dan Jakarta Chamber Orchestra (JCO), Irsan dan Actors Unlimited berniat menggelar sebuah opera Italia berdurasi 50 menit berjudul Cavalleria Rusticana di dua kota.

    “Penampilan akan digelar di dua tempat. Masing-masing di Gedung Kesenian Sunan Ambu Bandung (27 Maret 2005) dan di Gedung Kesenian Jakarta pada tanggal 2 dan 3 April 2005,” ujar Paulus H Yoedianto, Produser Eksekutif pada jumpa pers yang diselenggarakan di Galeri Cemara, Jakarta, Rabu (16/3).

    Hadir dalam jumpa pers tersebut antara lain Avip Priatna yang mewakili JCO dan PSM Unpar, Humas PSM Unpar Nancy Margied, dan Catharina W. Leimena selaku narasumber opera. Usai jumpa pers, dilanjutkan dengan lecture yang dipandu oleh Ninok Leksono.

    Avip menegaskan, pergelaran ini merupakan tonggak bagi sejarah seni opera di Indonesia. Sebab, pergelaran ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah kesenian Indonesia, di mana sebuah opera lengkap dengan full orchestra dimainkan oleh warga Indonesia yang selama ini hanya berperan sebagai penonton belaka.

    Ide pergelaran ini bermula dari Unika Parahyangan saat HUT ke-50 yang meminta kepada kelompok paduan suara yang dimiliki perguruan tinggi itu untuk menggelar sebuah opera.

    Gayung bersambut, Avip Priatna, yang juga jebolan PSM Unpar dan kini menjadi direktur musik dan memimpin Jakarta Chamber Orchestra, sedia merealisasikan ide tersebut. Kemudian, muncul nama Irsan, desainer yang pernah memenangi “Best Collection” pada Nokia Fashion Award pun sanggup mendukung sebagai sponsor kostum untuk para pemain opera. Selanjutnya, muncul nama Fathul A Husein dari Actors Unlimited yang akan menyediakan aktor-aktornya untuk mendukung acara ini.

    Lakon Cavalleria Rusticana berkisah tentang tragedi cinta yang terjadi pada sebuah Minggu Paskah. Awalnya, opera ciptaan komposer Pietro Mascagni ini dibuat untuk diikutsertakan dalam sebuah kompetisi opera di tahun 1888 dan sekaligus memenangi kompetisi tersebut.

    Avip menjanjikan, opera ini akan menarik untuk ditonton, karena melibatkan seniman-seniman musik yang sudah menorehkan prestasi di tingkat dunia. Sebutlah, PSM Unpar yang telah sering menjadi juara dalam berbagai kompetisi internasional. Terakhir, PSM Unpar menjadi juara I dalam 8th International Chamber Choir Competition Marktoberdorf di Jerman pada 2003. Selanjutnya, terdapat juga solois andal macam Binu Sukaman, Farman Purnama, Daniel Christanto, Rozanna Unsulangi, dan Fitri Muliati.
    http://www.musikindo.com/