Best Indonesia conductor
Simfoni untuk Bangsa 2011
Avip Priatna, conductor
Jakarta Concert Orchestra
Batavia Madrigal Singers
Aning Katamsi, Soprano
Farman Purnama, Tenor
Cecilia Ratna, piano
The Resonanz Children Choir

Hari/Tanggal/Jam :
Selasa/ 16 Agustus 2011 / 19:30 WIB

Tempat:
Aula Simfonia Jakarta
Kemayoran-Jakarta

  • PRESS RELEASE
    Avip Priatna Gelar Simfoni Untuk Bangsa 2011

    JAKARTA – Konduktor muda berbakat Indonesia Avip Priatna bakal menggelar konser ‘Simfoni Untuk Bangsa 2011’ untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-66. Seperti biasa, Avip bakal menampilkan ensembel vokal Batavia Madrigal Singers (BMS) dan diiringi Jakarta Concert Orchestra (JCO).

    Konser ini akan digelar oleh The Resonanz Music Studio, di Aula Simfonia Jakarta pada Selasa (16/8), pukul 19.30.

    “Pertunjukan ini adalah perwujudan dalam mengenang kembali jasa para pahlawan dalam memperoleh kemerdekaan, serta bagaimana usaha kita dalam mengisi kemerdekaan tersebut dengan mengajak para pecinta musik Indonesia untuk menikmati karya komposer dunia seperti Gioachino Rossini, serta mengapresiasi karya komposer besar Indonesia, seperti Ismail Marzuki,Binsar Sitompul, Guruih Soekarno Putra dan lain lain,” jelas Avip dalam siaran persnya.

    Avip menjelaskan, dengan menyadari keluhuran budaya dan menghargai keberagaman, lagu-lagu dari berbagai daerah di Indonesia ditampilkan dengan kemasan menarik khas Indonesia oleh Batavia Madrigal Singers. Kelompok paduan suara yang pernah memperoleh berbagai penghargaan dari berbagai festival dan kompetisi paduan suara internasional ini akan didukung oleh penampilan dari Aning Katamsi (soprano); Farman Purnama (tenor), dan Cecilia Ratna (piano).

    Konser yang sarat dengan nasionalisme Indonesia ini juga dicerminkan dengan memberi kesempatan bagi musisi muda Indonesia untuk berkarya dan mengangkat tema ke-Indonesia-an. Dalam konser ini akan dipersembahkan dua buah komposisi baru karya Ananda Sukarlan Fons Juventatis yang ditulis atas permintaan Indonesia Opera Society dan CIMB Niaga Bank Indonesia, serta Bumi Cendrawasih karya Fero Aldiansyah. Disamping dua komposisi tersebut diatas kecintaan terhadap tanah air disampaikan dengan penampilan karya Guruh Sukarno Putra seperti Simfoni Raya dan Untukmu Indonesiaku

    “Karya dengan semangat ke-Indonesia-an dan berakar pada budaya Indonesia ini terbukti sangat memukau, berpotensi ditampilkan di ajang musik internasional dan kembali mengangkat harumnya nama bangsa di mata dunia,” kata Avip.

    Selain itu, mencintai Indonesia tidak bisa mengesampingkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. The Resonanz Children Choir, paduan suara anak-anak dari sekolah musik The Resonanz Music Studio juga akan tampil menunjukkan kecintaan mereka terhadap negeri dan melestarikan nilai-nilai ke-Indonesia-an. Karya-karya Ibu Sud dengan tema budi pekerti dan cinta lingkungan akan dibawakan dalam konser ini.

    Semangat dan kecintaan inilah yang menjadi tema pertunjukan yang dipersembahkan oleh Jakarta Concert Orchestra, pimpinan Avip Priatna, konduktor muda Indonesia, yang telah memperoleh beragam penghargaan internasional dalam bidang musik justru dengan berpegang teguh pada akar budaya Indonesia.

    Saat ini Avip bekerja sebagai konduktor dan direktur musik Batavia Madrigal Singers (BMS) dan Jakarta Concert Orchestra (JCO) yang ia dirikan bersama Toeti Heraty Roosseno pada 2002. Ia sering diundang sebagai juri kompetisi paduan suara baik di kompetisi paduan suara nasional maupun internasional.

    Baru-baru ini, BMS menyabet lima dari 11 penghargaan di Torrevieja 57 Certamen Internacional De Habaneras y Polifonia, di Spanyol.

    Dari 11 penghargaan, BMS berhasil merebut lima penghargaan, termasuk juara pertama dengan merebut tropi Juan Aparicio, serta penghargaan kepada Avip Priatna sebagai Konduktor Terbaik

    Kompetisi yang berlangsung 23-30 Juli 2011 ini diikuti oleh 17 paduan suara dari 14 negara yaitu: Kenya, Spanyol, Austria, Latvia, Venezuela, Equador, Cina, Serbia, Polandia, Italia, Kolombia, Bulgaria, dan Indonesia.

    Seperti diketahui, Avip Priatna belajar choir conducting dari Prof. Gunther Theuring dan orchestral conducting dari dirigen terkenal, Leopold Hager, kemudian menyelesaikan Magister Artium dengan beasiswa dari Universitas Katolik Parahyangan pada 1998.

Visit Project Website